Panduan Mendapatkan Sertifikat Halal untuk Bisnis F&B Anda

Apakah Anda sudah paham jika sertifikat halal merupakan poin penting yang harus dipunyai dalam bisnis kuliner? Di Indonesia, ada banyak jenis makanan dan minuman yang dijual serta tersedia bagi konsumen.

Beberapa tempat terkenal dengan makanan-makanan khas suatu negara, seperti Korea, Jepang, atau China. Apabila Anda memperhatikan dengan seksama, ada resto berlabel halal, namun beberapa hanya punya tulisan no pork.

Satu hal yang harus Anda tahu, sertifikat halal penting bagi pengusaha kuliner, apapun itu jenis hidangannya. Jadi apabila hanya menuliskan no pork atau tidak mengandung babi saja belum cukup.

Mengenai Sertifikat Halal yang Wajib Diketahui

Para konsumen pastinya masih meragukan apakah hidangan tersebut halal atau tidak. Apalagi di Indonesia mayoritas penduduknya adalah Muslim, jadi penting logo halal MUI di tiap tempat makan yang didatanginya.

Ini bukan hanya surat biasa, karena sertifikat halal merupakan keputusan tertulis yang dirilis oleh MUI (majelis ulama indonesia). Di mana mengumumkan secara resmi jika suatu barang atau jasa memang halal.

Bukan hanya sampai situ saja, sertifikat yang dikeluarkan oleh MUI tersebut juga masuk dalam salah satu syarat agar mendapatkan label halal. Di mana nantinya logo tersebut dapat ditempel atau dipasang di produk.

Lantas haruskah sebuah bisnis makanan mempunyai sertifikat halal? Pastinya jawabannya ialah iya. Karena sertifikat tersebut merupakan syarat wajib yang harus dipunyai oleh pengusaha yang menjual beragam jenis kuliner. Bahkan pihak BPJH (badan penyelenggara jaminan produk halal) juga mengungkapkan jika ada peraturan terbaru tahun 2024 mendatang. Yakni semua produk pangan usaha mikro serta kecil wajib punya sertifikat tersebut.

Tentunya untuk menentukan kewajiban tersebut juga harus memenuhi sejumlah kriterianya. Seperti produk memakai bahan aman, proses produksinya juga harus halal, melengkapi persyaratan dokumen pengajuan permohonan sertifikat dengan cara online. Anda juga harus punya alat proses produk halal serta dipisah dengan alat proses non-halal dan setidaknya punya satu tempat usaha. Jadi jika Anda ingin mendapatkan sertifikat halal, maka harus memenuhi kriterianya.

Inilah Tujuan Sertifikat Halal MUI

Ketika pesan makan atau minum, apakah Anda pernah menanyakan halal atau tidaknya hidangan tersebut kepada penjual? Atau sebagai pengusaha kuliner tersebut, apakah justru pernah mendapat pertanyaan yang sama?

Apabila iya, pasti Anda tidak tenang ketika belum menemukan logo halal di menu atau banner. Meskipun pihak penjual sudah menjelaskan jika makanan atau minuman yang dihidangkan semuanya halal.

Hal tersebut memang sangat wajar, apalagi dalam usaha F&B, kepastian mengenai halal tidaknya produk hanya dapat ditentukan oleh lembaga berwenang MUI. Jadi apabila tidak mendapatkan sertifikatnya masyarakat kurang percaya. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan jika tujuan utama dari sertifikat halal ialah agar membuat konsumen lebih tenang. Pelanggan jadi yakin apabila hidangan yang dikonsumsi sudah sesuai syariat Islam. 

Sementara itu bagi pengusaha, Anda juga bisa lebih hemat waktu karena sudah ada label di mana menunjukkan jika usaha F&B halal. Sertifkat tersebut juga memberikan kenyamanan dan ketenangan untuk pelanggan. Jika ada pihak yang menuduh tempat usaha Anda menggunakan bahan non-halal, maka dapat langsung dipatahkan, karena sudah mempunyai sertifikat yang dikeluarkan langsung oleh pihak berwenang yakni MUI.

Ketahui Fungsi Adanya Label Halal

Bukan hanya karena sudah diwajibkan pihak pemerintah saja, usaha F&B Anda juga bisa sangat diuntungkan apabila mempunyai sertifikat ini. Fungsi dari label halal tersebut sendiri ialah poin penting bagi konsumen. Selain itu juga penting bagi kelangsungan usaha para pengusaha sendiri, mengetahui fungsi ini juga akan membantu ketika ingin mencari vendor baru, karena semua bahan serta proses memasak juga sudah dipastikan halal.

Seperti yang sudah dipercaya oleh banyak orang Indonesia, jika perusahaan kuliner F&B mempunyai logo halal, maka bisa dijadikan kekuatan hukum sah. Jadi tidak perlu khawatir apabila ada pihak ragu.

Mendapatkan sertifikat tersebut juga tidak gampang, karena pihak pengusaha harus melalui beberapa proses ketat. Sehingga jika suatu usaha F&B punya label ini, maka tidak perlu ragu akan kualitasnya. Apalagi hampir semua masyarakat Indonesia beragama Islam. Sehingga sertifikat kehalalan produk pangan atau hidangan sangat penting untuk diperhatikan dan menjadi standar wajib dalam produk kuliner di Indonesia.

Untuk klaim halal tersebut juga dapat diterapkan di berbagai produk. Seperti makanan, minuman, obat, kosmetik, serta apa saja yang masuk ke tubuh seseorang. Jadi sertifikat ini sangat penting untuk dimiliki.

Perspektif Konsumen dan Produsen Mengenai Logo Halal

Mengonsumsi hidangan halal bagi umat muslim itu penting dan ini menjadi ajaran agama. Selain itu, kelompok makanan yang halal punya gizi baik dan bermanfaat untuk tubuh. Adanya label halal membuat konsumen jadi semakin yakin jika produk yang dimakan terjamin aman dan dibuat sesuai syariat Islam. Jika tempat usaha F&B Anda masih dalam skala kecil, maka konsumen akan ragu.

Sementara itu, label halal bagi penjual atau produsen sendiri merupakan syarat penting untuk mendirikan usaha, terutama F&B. Jika tidak mempunyainya, maka usaha akan tetap berjalan, namun rasa khawatir selalu ada. Anda akan merasa was-was jika suatu saat ada pihak berwenang menanyakan mengenai kehalalan produk. Sekarang ini proses pengurusannya juga semakin mudah, karena ada aturan baru bagi pelaku UMKM. Prosesnya jadi lebih ringkas dan mudah, apalagi biayanya juga murah. Selain itu adanya sertifikat ini bisa membuat konsumen semakin percaya dengan keamanan dari produk pangan milik Anda tersebut.

Tentunya dengan adanya label tersebut membuat usaha jadi lebih unggul satu tingkat dari saingan yang belum mempunyainya. Bahkan adanya label halal ini bisa membuat usaha Anda jadi go internasional.

Tata Cara Ajukan Sertifikat Halal

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, untuk mengajukan sertifikat ini dipermudah. Prosesnya juga tidak lama dengan fee lebih murah. Jadi berikut sejumlah hal harus dipahami sebelum mulai mengajukan permohonan:

  1. Dokumen

Pertama kumpulkan scan dokumen penting untuk di-upload ke sistem. Seperti data pelaku usaha, penyelia halal, jenis dan nama produk harus jelas, daftar bahan yang dipakai, serta tahap pengolahan.

  1. Prosedur pengajuan

Upload semua data ke sistem agar pihak LPH segera memeriksanya. Prosesnya berlangsung 2-10 hari kerja tergantung detail yang diberikan dari dokumennya. Jika semakin detail, maka makin cepat divalidasi. 

  1. Rincian biaya

Biaya pemeriksaan kehalalan produk bagu usaha menengah, besar, atau luar negeri sama. Namun untuk fee permohonan sertifikat halalnya berbeda. Harga paling murah ialah untuk usaha mikro dan kecil.

  1. Masa berlaku

Sertifikat ini akan kedaluwarsa setelah sudah 4 tahun, hal tersebut juga sesuai peraturan MUI. Jadi Anda harus ingat kapan tanggal hangusnya supaya bisa mengajukan proses perpanjangan dan minimal 3 bulan sebelumnya.

Apabila sudah mempunyai label halal, maka segera tempelkan di produk Anda. Karena hal tersebut merupakan cara terbaik memenangkan hati para konsumen. Mendapat sertifikasi halal bisa membawa kemajuan pada produk secara signifikan.